pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami
Pernikahan, suatu peristiwa fitrah, fiqyah, dakwah, tarbiyah, sosial dan budaya
  Halaman Depan
  Buku Nikah
  Proposal Nikah
  Referensi Nikah
  Buletin Nikah
  Busana Nikah
  Pacaran Islami ?
  Buku Tamu
  Tentang Saya

Promosi

rumah jonggol
rumah bogor
rumah cibubur
rumah citra gran

 
 
 

Versi cetak - Dibaca 255 kali

Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 26 - Selama Proses Berlangsung

Karya : Mohammad Fauzil Adhim

 

tentang-pernikahan.com - Menikah adalah kesucian. Sangat besar kemuliaan di dalamnya. Sangat tinggi kedudukannya dalam Islam, sehingga Al-Qur‘an menyebutnya sebagai mitsaqan-ghaliza (perjanjian yang sangat berat). Hanya tiga kali kata ini disebut, dua untuk perjanjian tauhid. Maka, pernikahan yang diridhai Allah akan dipenuhi oleh doa malaikat yang menjadi saksi pernikahan.

Ketika akad nikah terjadi, halal apa-apa yang sebelumnya diharamkan. Apa yang sebelumnya merupakan maksiat dan bahkan dosa besar, sejak saat itu telah menjadi kemuliaan, kehormatan dan besar sekali pahala di sisi Allah. Pernikahan telah mengubah pintu-pintu dosa dan kekejian menjadi jalan kemuliaan dan kesempurnaan manusia dalam beragama. Allah menyempurnakan setengah agama ketika seseorang melakukan pernikahan.

Namun demikian, sebelum akad ada proses. Selama proses inilah setan berusaha memanfaatkan momentumnya untuk menggoda dan merusak, sehingga pernikahan bergeser jauh dari makna dan tujuannya.

Proses menuju akad nikah banyak memberi pengaruh terhadap hubungan antara suami dan istri kelak setelah menikah. Demikian juga, hubungan antara dua keluarga, yaitu keluarga istri dan keluarga suami, banyak dipengaruhi oleh proses dari peminangan hingga akad berlangsung. Persepsi dan penerimaan masing-masing anggota keluarga, banyak dipengaruhi oleh persoalan-persoalan qalbiyyah (hati, termasuk niat) ketika proses sedang berlangsung. Oleh karena itu, setelah peminangan, yang perlu kita jaga adalah segala hal yang dapat merusak makna dan tujuan pernikahan, yang mungkin muncul selama proses berlangsung.

Sebagian proses berjalan dengan mudah dan sederhana. Sebagian harus menempuh proses yang pelik dan rumit. Sebagian berlangsung cepat dalam waktu singkat, sebagian harus menunggu dalam waktu yang cukup lama.

Proses pernikahan manakah yang terbaik? Yang terbaik adalah yang paling maslahat dan barakah, serta jauh dari mafsadah (kerusakan) dan bibit-bibit kekecewaan yang menjauhkan orang dari rasa syukur. Proses pernikahan yang mendatangkan maslahat dan barakah bisa jadi berlangsung dengan mudah, bisa pula berlangsung melalui jalan yang pelik. Allah Maha Tahu apa yang paling maslahat bagi Anda. Ketika hujan lebat sedang turun dan petir menggelegar sambut menyambut, kalau Anda tidak berhati-hati, bisa tersambar oleh petir yang nyasar. Kalau Anda menjaga diri, istiqamah, dan tawakal, insya-Allah Anda akan mendapati hujan sebagai pensucian bumi hati Anda. Sedang petir membawa muatan listrik yang menerangi.

Sesungguhnya, sepanjang yang saya ketahui, salah satu pandangan Islam tentang pernikahan adalah sederhana dalam proses dan sederhana dalam pelaksanaan. Anda harus memperhatikan keadaan hati Anda ketika akan melaksanakan. Sebab, di sinilah setan berusaha untuk menyimpangkan niat dan tujuan Anda. Islam menganjurkan kita untuk menyegerakan menikah, tetapi setan bisa mengambil bentuk yang mirip ketika kita tidak mau menunda-nunda tanpa alasan. Setan mengarahkan kita untuk bersikap tergesa-gesa. Khusus pembahasan mengenai menyegerakan dan tergesa-gesa, insya- Allah akan kita bicarakan pada bab berikutnya, Antara Menyegerakan dan Tergesa gesa.

Setan berusaha untuk merebut masa sebelum menikah, masa yang sangat rawan. Masa ini bisa menyesatkan manusia jika tidak berhati-hati. Dengan demikian boleh jadi ia mendapati pernikahannya kelak tidak sebagaimana harapannya, meskipun --barangkali-- pasangan hidupnya sudah berperilaku yang sesuai dengan tuntunan Islam dan bahkan melakukan kebajikan-kebajikan dalam rumah tangga. Na‘udzubillahi min dzalik. Semoga Allah menjauhkan kita dari hal-hal yang demikian.

Ada dua hal yang perlu kita jaga sejak berangkat meminang (atau, sejak datangnya pinangan bagi seorang gadis) sampai dengan pelaksanaan akad-nikah. Pertama, menyangkut persangkaan kita kepada Allah. Ini yang paling rawan. Kedua, persangkaan dan persepsi kita terhadap pernikahan dan calon pasangan hidup kita. Masalah kedua ini, banyak kaitannya dengan masalah pertama. Jika masalah yang pertama tidak baik, masalah yang kedua sangat mungkin untuk ikut tidak baik.


Komentar-komentar :

Blom ada yang ngasih komentar ... :(

 

Nyumbang komentar ?

Nama

Email

Untuk photo silahkan register di gravatar

Domisili

Komentar

:

 

 :  CAPTCHA Image

 

 :    Reload Image

Artikel sebelumnya ....

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 25 - Perantara Untuk Menawarkan Maksud Seorang Wanita

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 24 - Mengenai Sumber Informasi Dan Perantara: 6:memotivasi Jika Mampu

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 23 - Mengenai Sumber Informasi Dan Perantara: 5:moderat Dan Tidak Menyudutkan

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 22 - Mengenai Sumber Informasi Dan Perantara: 4:lebih Melihat Pada Usaha

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 21 - Mengenai Sumber Informasi Dan Perantara: 3:memberi Informasi Menurut Apa Yang Diketahui

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 20 - Mengenai Sumber Informasi Dan Perantara: 2:tidak Persuasif

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 19 - Mengenai Sumber Informasi Dan Perantara: 1:memberi Informasi Objektif

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 18 - Mengenai Sumber Informasi Dan Perantara

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 17 - Mengapa Engkau Persulit Dirimu?

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 16 - Jangan Buka Pintu Lagi

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 15 - Menyampaikan Isi Hati Kepada Ibu

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 14 - Mengenai Syarat Nikah

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 13 - Nikah Dan Menuntut Ilmu

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 12 - Ada Ladang Amal Shalih

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 11 - Pertimbangan Pinangan: Kemandirian Ekonomi

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 10 - Pertimbangan Pinangan: Agama Calon Suami

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 09 - Catatan Bagi Wanita Yang Dipinang

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 08 - Meminta Pertimbangan Istri

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 07 - Meminta Izin Anak

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 06 - Mempertimbangkan Pinangan: Pertimbangan Bagi Ayah Untuk Memperhatikan Agama Calon Suami

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 05 - Mempertimbangkan Pinangan: Catatan Bagi Ayah

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 04 - Mempertimbangkan Pinangan

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 03 - Wanita Boleh Menawarkan Diri

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 02 - Pinangan Bilal

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 01 - Mari Kita Mulai

 Inilah Cara Cepat Dapat Jodoh

 Puisi Habibie Ainun

 Lamaran Sahabat Bilal

 Dilamar Oleh Pria Beristri

 Sepiring Berdua




~ Website-nya cerpen & artikel pernikahan islami serta pacaran islami (emang ada?) ~

Hak cipta selamanya oleh Allah © Subhanahu wa Ta'ala

Semua materi dapat disalin, dicetak dan disebarkan (syukur-syukur ...) dengan mencantumkan sumber situs web ini

Pujian, masukan, krititikan, cacian, hujatan : aa_aanang [at] yahoo [dot] com